Wednesday, January 17, 2007

Mengantar Kakek ke Puskesmas

Hari itu aku sedang berkunjung ke rumah kakekku di desa Jetis, Kabupaten Jogjakarta.
Waktu itu adalah hari Rabu yang merupakan jadwal kontrol kakekku ke Puskesmas. Karena
tanteku pergi mengajar, akhirnya aku yang mengantarkan kakekku ke Puskesmas naik sepeda
motor.

Waktu sampai di Puskesmas, aku sangat takjub melihat keadaan Puskesmas yang serba
seadanya. Bangunannya semi permanen terbuat dari anyaman bambu. Namun, aku kagum kepada
Bapak petugas yang sangat bersemangat melayani pasien yang rata-rata berusia di atas 60
tahun. Rambut beliau sudah memutih, tapi semangat masih bagus. Menurutku beliau adalh
cermin abdi kesehatan sejati.

*Artikel yang mau di kirim ke Arena Kecil Majalah Bobo, tapi penulisnya udah keburu tua*

Sunday, January 14, 2007

Iseng Moto (atau Memfoto)

Sekedar oleh-oleh foto tentang benda-benda unik hasil pengelanaanku di Jogja :

Pisang Kembar Siang

Blasteran Keong dan Tokoh Kartun



Nah kalau ini, hasil gambaran sepupuku. Gak tanggung2, gambarnya dipampang di kalender sekolahnya untuk bulan Januari dan Februari 2007. Judul gambarnya adalah Pengajian. Mungkin kalo alm Pak Tino Sidin melihat, beliau akan bilang, "Bagus... Bagus Gambarnya". Soal menggambar, gue nyerah deh. Padahal kalo secara gen, baik dari jalur Ibu (kakek) maupun jalur Bapak (bapak gue sendiri), ada gen menggambar lho. Kakek dulu pelukis dan Bapak jago bikin sketsa komik. Tapi kalo gue suruh nggambar, nilai maksimal 7 dan bahkan waktu SMP pernah dapat 5! Tapi pernah ding, sekali dapat 9! Cuman waktu itu, gue lagi sakit panas dan ada tugas gambar. Karena gak tega, Bapak akhirnya yang overhandle tugas gambar tersebut :).

Wednesday, January 10, 2007

Slippery When Jogja

Salah satu oleh-oleh yang terkenal dari Jogja adalah kaos Dagadu. Dagadu sendiri mempunyai arti Matamu. Kata tersebut diambil dari permutasi atau apalah namanya aksara Jawa yang jumlahnya ada 20 huruf. Selain pekatnya dengan budaya aksara Jawa, setiap jalan di kota Jogja selalu ditranslate dalam bentuk aksara Jawa.

Ciri2 kaos dagadu sendiri adalah plesetan kata2 atau tag line yang ada di jagad ini. Dan secara sepintas plesetan tersebut akan dapat menghibur diri kita.

Ternyata, tidak hanya Dagadu yang jago plesetan di Jogja. DLLAJR Jogja pun sangat jago dalam hal plesetan. Buktinya, lihat aja pada setiap persimpangan lampu lalu lintas. Setiap persimpangan lampu merah pasti ada plesetan yang dibuat oleh DLLAJR Jogja, seperti gambar di bawah ini :

Saturday, January 06, 2007

Balada AKAS Boxing Camp

AKAS adalah raksasa bisnis transportasi darat di Jawa Timur yang berkantor pusat di Probolinggo. Core bisnis PT AKAS adalah sebagai penyedia sarana transportasi darat berupa bus dalam propinsi maupun antar propinsi. Seiring dengan diversifikasi layanan, muncullah layanan bus pariwisata yang lengkap dengan perabot air conditioner.

Nah, berhubung AKAS ini kelebihan revenue, akhirnya pak Tengok sang pendiri AKAS mendirikan AKAS Boxing Camp. Tujuannya jelas untuk menampung dan mengorbitkan petinju amatir di Indonesia ini. Tak tanggung-tanggung, 4 petinju kelas dunia telah lahir dari sasana ini. Pertama Bugiarso yang jadi juara kelas bulu junior PABA (Pan Asia Boxing). Kedua Faisol Akbar sukses menjadi juara kelas terbang mini IBF interkontinental. Ketiga Anis Roga yang sempat booming di Indonesia akrena menyabet juara kelas terbang Junior IBF Interkontinental dan keempat M. Rachman yang baru-baru ini mempertahankan gelar juara dunia kelas terbang mini IBF.

Namun, sekali lagi seorang guru hanya dapat mengorbitkan, bukan untuk menikmati fulus sukses muridnya (seperti posting gue terdahulu). Keempatnya udah hengkang dengan alasan macam-macam, yang ujungnya sih jelas masalah fulus. Akhirnya AKAS boxing Camp cuma bisa merana merenungi nasib murid-murid padepokannya yang sudah sukses berkelana di tanah rantau. AKAS Boxing camp-pun hanya bisa menelorkan petunju kelas amatiran sekarang.
Kondisi ini diperparah dengan lesunya tarikan revenue PT AKAS sendiri. Era Pak Tengok telah usai dan lagi-lagi masalah klasik kaderisasi bisnis tidak bisa berjalan dengan mulus. Akibatnya semakin lama, efisiensi di tubuh PT AKAS menjadi jurus terampuh agar bisa bertahan. Parahnya lagi, Lapindo dengan suskes 'menjeblughkan' lumpur di daerah tol Porong yang berakibat tertutupnya alses tol dan macetnya jalur Porong. Secara langsung hal ini mengurangi jumlagh pengguna bus jurusan Surabaya. Mereka lebih memilih bermotor atau mengurangi perjalanan ke Surabaya. Gue aja kalo mudik udah mulai ngindarin Surabaya. Makin jeblok aja revenue PT AKAS.

Akhirnya, kemarin gue kaget banget, waktu tahu AKAS Boxing Camp dibubarkan oleh bossnya saat ini, Roy Harvanto. Abis udah salah satu kebanggaan kota gue. Jalur olahraga memang belum menjadi primadona di negeri ini. Nunggu tim bola Persipro, kok ya masih berkubang di divisi I. Itu pun dengan catatan AKAS waktu itu masih menggelontorkan duit sponsor ke Persipro.

Monday, January 01, 2007

Harusnya Bisa Hit di 2006

Met tahun baru 2007. Sorry, gue lama gak posting karena musibah gempa di Taiwan yang berakibat lembeknya konesi internet. Kali ini gue mau mengulas jagad lagu di Indonesia lagi.

Ada artis yang sukses di 2006, namun ada juga yang keok tahun ini. Setelah gue nge-review top ten lagu2 yang sukses di tahun 2006, gue kali ini mau ngulas artis2 yang gagal di tahun 2006.


1. /Rif
Album Pil Malu ini tidak begitu sukses di pasaran. Tapi lagu andalannya, So'nya sempat merajai hit selama beberapa pekan. Mungkin /Rif kualat ama bang Rhoma. Abis di lagu So'nya, mereka secara eksplisit mengejek si 'Satria Bergitar itu. Tapi dibalik semua itu, aksi sang vokalis, Andi, tetap sangat energik dan menghibur.

2. Java Jive
Setelah lama menghilang pasca Album The Best-nya, Java Jive muncul lagi. Kali mengeluarkan lagu baru andalan 'Cantik Tapi Menyakitkan'. Cuman kok sekali lagi mereka munculin album the best lagi ya? Naga2 nya grup ini mulai kehilangan ide lagi dalam bermusik. Atau mungkin karena para personilnya udah mulai 'menyubur' badannya jadi supply ide ke otak agak tersumbat.

3. Krisdayanti dan Anang
Sukses di album duet di masa lalu, ternyata tidak berimbas pada album Sepuluh Tahun Pertama. Mungkin Anang undah kelamaan gak nyanyi ya. jadi sense of music-nya jauh berkurang. Sementara KD terlalu banya dikomersialisasi, jadi waktunya sudah banyak tersita dan persiapan pembuatan albumnya jadi kurang sempurna.

4. Sheilla On 7 - Pemenang
Haduh2, Sheilla lama2 hanya tinggal Kisah Klasik untuk Masa Depan. Sekali lagi mereka gagal menaklukkan animo masyarakat Indonesia. Padahal gak tanggung2, mereka disuruh mengisi lagu resmi World Cup 2006. Tapi lagu yang berjudul Pemenang cuma akrab di telinga masyarakat Indonesia sampai pemenang World Cup 2006, Italia, mengangkat piala saja. Kehilangan Sakti, tampaknya semakin menambah keterpurukan grup asal Jogja ini.

5. Dewa 19
Balik ke nama asal Dewa 19, ternyata tidak membalikkan popularitas album Republik Cinta. Ya iya lah, dewa yang dulu beraliran slow rock waktu masih ada Ari Lasso sekarang berbalik jadi murni Rock dan kearab-araban. Telinga orang Indonesia gak nyampai mendengarkan tipe lagu begituan. Tapi dasar Dhani gak kurang akal. Album Dewa gak meledak, dia tetap aja jadi omongan publik. Dengan lantangnya, dia serukan akan membubarkan Ratu di tahun 2007. Udah gitu manager Ratu di-PHK secara sepihak. Aduh, mungkin dia lagi kena Post Power Syndrome. Udah gitu di penghujung 2006, Andra, si anak emas malah mengeluarkan album dengan bendera Andra & The Backbone. Beranikah Dhani memecat Andra? Kalo dia sampai mecat Andra, mending rekrut aja Eros biar Dewa 19 balik ke era slow lagi.

6. Radja
Kesuksesan album pertama yang melahirkan hit Jujur, Bulan dan Manusia Biasa ternyata tidak dibarengi dengan 2 album Radja berikutnya. Album 'Aku Ada Karena Kau Ada' keok di pasaran. Makanya kalau bermusik itu yang kreatif, jangan itu2 doang. Trus lepas tuh kacamata hitamnya, biar lebih orisinal. Albumnya juga harus diganti dengan judul yang agak menjual, seperti 'Aku Ada karena Kau, Radja'. Album 1000 bulan juga keok di pasaran. Habis Radja ngikut2 doang sih. Liat Ungu dan Gigi sukses dengan album religi, mereka ikutan. Ya, abis lah. Udah gitu ngeluarinnya menjelang Idul Fitri. Momennya udah mulai ilang tuh..

7. Maria Eva
Puncak dari segala puncak artis/album yang harusnya bisa hit adalah Maria Eva! Namun, album hanya tinggal kenangan saja.
Harusnya dia bisa mencetak platinum album
Harusnya dia bisa manggung di mana2
Harusnya dia bisa dapat bonus berlimpah
Harusnya dia bisa sukses di jalur politik dan tarik suara
Harusnya kita mampu lewati itu semua... (lagu Gerimis - KLa Project yang seharusnya dinyanyikan berduet dengan YZ).
Yah semua hanya tinggal harusnya. Album tak kunjung muncul karena duit tak kunjung digelontorkan oleh penyandang dana (gue sih gak tahu siapa yang mensponsorinya). Maria Eva akhirnya menempuh jalur lain yaitu menjadi aktris film kategori short movie. Siapa tahu kategori ini ada di FFI tahun 2007 mendatang.

Dengan ini, gue nobatkan Maria Eva sebagai penyanyi yang harusnya bisa hit di tahun 2007 di posisi puncak!!!