Thursday, December 07, 2006

Pencairan Taspen

Bagi pegawai negeri atau BUMN pasti gajinya dipotong untuk keperluan Taspen. Nah, jika kalian resign dari BUMN atau pegawai negeri (kayaknya PNS gak mungkin resign ya), kalian bisa mencairkan dana Taspen tersebut. Lumayan buat nambah2 kocek. Cuman, biasa lah instansi negeri selalu serba susah.

Gue tadi pagi dengan semangat 45 mau mencairkan Taspen di kantor Taspen deket pasar Cempaka Mas. Pertama masuk, gue udah merasa dewasa sebelum waktunya karena kantor tersebut penuh sesak dengan kakek dan nenek. Pasti mereka pada mau mencairkan dananya karena pensiun bukan resign kayak gue. Dan so pasti petugasnya harus mengulang berkali2 agar para kaum tua tersebut mengerti syarat2 yang harus dipenuhi.

Masuk kantor, gue celingak celinguk. Gak ada satpam yang bisa ditanyain. Untung mata gue awas dan melihat papan kecil bertulis informasi di atas sebuah meja. Langsung gue duduk di kursi tunggunya. Eh setelah itu ada orang di belakang gue langsung duduk di kursi depan informasi. Sialan... tau gitu gue langsung maju. Akhirnya gue putusin langsung maju. Setelah dapat giliran, eh ibu2 nya bilang, "kalau udah lengkap, langsung aja ke loket 1 - 5".

Akhirnya gue pun beranjak ke loket 1 yang suasananya kayak gini :

Gue langsung aja menerombol ke depan. Setelah mas2 yang di depan selesai, gue langsung maju. Akhirnya berkas2 gue diperiksa. Kesan pertama katanya SPPD nya salah. Waduh kubilang aja dari HRD juga gitu. Kalau emang salah, kasih contoh aja lah benarnya gimana. Akhirnya si ibu yang nerima gue gak jadi nyalahin. Gak tau kenapa. Berkas2 gue diperiksa semua. Tapi karena gue kasus khusus, di mana kartu taspen belum jadi, si ibu jadi bingung. "Saya tanya ke atas dulu ya" kata ibu. "OK deh" jawab gue. Tnyata lama juga si ibu di atas. Gue sampai sempat membuka Business Week yang dikasih Telkom. Orang2 di belakang gue udah pada nanya, "ni Loket 1 dan 2 kok gak ada petugasnya ya?". "Loket 1 lagi di atas, pak. Melayani berkas gue" jawab gue.

Akhirnya setelah sekitar 20 menit, si ibu datang dan memberitahukan kalau dana taspen bisa cair. Ah, thanx pak Mursyi, yang udah susah payah melengkapi semua berkas. Cuman masih entar sore karena harus diambil di loket 9 yang lagi antri. Atau kalau mau, diambil besok. Akhirnya gue mutusin ngambil besok dan si Ibu ngasih secarik kertas nomor ke gue yang diberi paraf.

Tip bagi kalian yang ingin mencairkan Taspen :
1. Datanglah sepagi mungkin, kalo bisa sebelum kantor buka atau duit cair besoknya.
2. Banyak2 bersabar karena banyak manula yang juga ngurus taspen dan prosesornya biasanya di bawah kita.
3. Cepat2 ambil urutan. Kalo perlu nyerobot ke depan. Salah sendiri gak ada nomor antri.
4. Bawa berkas yang lengkap ya, seperti copy KTP, isian model AKT 1 yang dilegalisir, copy SK capeg dan pengangkatan pertama yang dilegalisir dan rincian gaji terakhir yang juga dilegalisir dan kartu taspen atau surat keterangan bagi yang belum memiliki.
5. Baik2in aja petugasnya biar cepat cair. Tapi tampang mereka jutek2 lho dan suka lambat. Kecuali Bapak yang di bagian informasi. Beliau sangat antusias menjelaskan syarat yang harus dipenuhi untuk pengambilan Taspen.

Nah, selamat mencoba tips tersebut. Gue mau datang lebih pagi besok buat ngambil duitnya. Dan jangan banyak menggerutu di sana, percuma saja. Let it flow...

1 comment:

  1. Jadi partinya tinggal gong aja dong.. hehe...

    ReplyDelete